Indonesia Sehat Jiwa Berbagi di Workshop Guru BK Kota Malang, Dorong Pembentukan ‘Peer Buddy’ di Sekolah
MALANG, INDONESIASEHATJIWA.COM – Memperingati Bulan Pencegahan Bunuh Diri Internasional, organisasi kemanusiaan Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) secara konsisten menyerukan pentingnya mengikis stigma serta membangun kepedulian terhadap isu kesehatan mental di kalangan generasi muda.
Mengusung tema global tiga tahunan (2024–2026), yaitu “Changing the Narrative on Suicide” (Mengubah Narasi Bunuh Diri) dengan seruan aksi “Start the Conversation” (Mulailah Percakapan) dari International Association for Suicide Prevention (IASP), ISJ menegaskan bahwa keterbukaan untuk berdialog adalah langkah awal yang sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa.
Selaras dengan semangat global tersebut, Indonesia Sehat Jiwa mendapatkan kesempatan berharga untuk hadir dan berbagi dalam Workshop Psikologi untuk Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SD, SMP, dan SMA se-Kota Malang. Acara strategis ini diselenggarakan oleh Klinik Pratama PMI Kota Malang dengan mengangkat tema besar: “Peran Guru BK sebagai Garda Terdepan Kesehatan Jiwa Remaja”.
Menyelami Gunung Es Psikososial Remaja
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia Sehat Jiwa diwakili oleh Christo Tulung, Kepala Bidang Program & Operasional ISJ, yang membawakan sesi materi bertajuk “Menyelami Gunung Es Psikososial Remaja”.
Dalam pemaparannya, Christo mengungkapkan bahwa berbagai perilaku berisiko pada remaja seperti penurunan prestasi, penarikan diri dari lingkungan sosial, tindakan perundungan (bullying), hingga kecenderungan melukai diri (self-harm) hanyalah puncak gunung es yang terlihat di permukaan. Di balik perilaku tersebut, terdapat beban psikososial yang jauh lebih dalam, seperti krisis identitas, konflik keluarga, perundungan digital, hingga rasa terisolasi yang dialami anak muda tanpa penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, peran Guru BK tidak hanya sekadar penegak kedisiplinan sekolah, melainkan sebagai garda terdepan dan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid) bagi para siswa.
Aktivasi ‘Peer Buddy’ (Duta Anti Bullying): “Be a Buddy, Not a Bully”
Sebagai solusi nyata dan aplikatif bagi ekosistem sekolah, Indonesia Sehat Jiwa mengajak para Guru BK untuk mengaktifkan program Peer Buddy (Duta Anti Bullying) di sekolah masing-masing. Program ini berfokus pada pembentukan dan pelatihan perwakilan siswa agar memiliki keterampilan empati, pendampingan sebaya, serta keberanian untuk mencegah perundungan.
Melalui jargon unggulan “Be a Buddy, Not a Bully”, program Peer Buddy hadir menciptakan ruang aman (safe space) di mana para siswa dapat saling mendengarkan dan mendukung. Kehadiran teman sebaya yang terlatih terbukti efektif menjangkau remaja yang kerap kali ragu atau takut untuk bercerita kepada orang dewasa.
“Be a Bridge, Save a Soul”: Menjadi Jembatan Harapan
Inisiatif aktivasi Peer Buddy ini sejalan dengan tagline utama kampanye Pencegahan Bunuh Diri dari Indonesia Sehat Jiwa, yaitu “Be a Bridge, Save a Soul”. Melalui kolaborasi antara Guru BK, tenaga kesehatan, dan siswa yang tergabung dalam Peer Buddy, diharapkan terbangun jembatan rujukan yang kuat bagi anak-anak yang berada dalam krisis emosional agar segera mendapatkan penanganan profesional.
Indonesia Sehat Jiwa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Klinik Pratama PMI Kota Malang serta jajaran Guru BK se-Kota Malang atas kepedulian dan sinergi yang terjalin. Mari bersama-sama kita ubah narasi, mulailah percakapan, dan jadilah jembatan harapan demi menyelamatkan jiwa generasi penerus bangsa.