Perkuat Jejaring Regional, Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia Kunjungi Indonesia Sehat Jiwa
MALANG, INDONESIASEHATJIWA.COM – Dalam rangka memperluas jejaring dan kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) menerima kunjungan kehormatan dari rombongan mahasiswa Program Studi Kerja Sosial Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Pertemuan interaktif ini berlangsung pada Kamis (3/9/2026) di lingkungan Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia, Malang.
Kunjungan akademis ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengetahuan, strategi intervensi komunitas, serta memperkuat kesadaran generasi muda lintas batas negara akan krusialnya kesehatan jiwa sejak dini.
Pengenalan Profil dan Pembekalan Program Kesehatan Jiwa
Dalam rangkaian acara tersebut, para mahasiswa UKM terlebih dahulu diajak untuk mengenal lebih dekat profil serta rekam jejak Indonesia Sehat Jiwa dalam merespons berbagai krisis kesehatan mental di masyarakat. Tim ISJ memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan, seperti layanan dukungan sebaya, program Peer Buddy, hingga pendirian Pojok Curhat sebagai pertolongan pertama psikologis yang ramah dan bebas stigma.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan singkat mengenai pendekatan metodologis yang diterapkan oleh ISJ. Pembekalan ini mencakup teknik pendampingan awal (Psychological First Aid), strategi edukasi publik di tingkat sekolah dan universitas, serta penguatan jejaring komunitas guna menekan risiko masalah psikososial di masyarakat.

Sesi Sharing Lintas Negara: ‘Be a Bridge, Save a Soul’
Sebagai penutup kunjungan, digelar sesi sharing dan diskusi interaktif antara mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia dan tim Indonesia Sehat Jiwa. Kedua pihak saling bertukar perspektif mengenai dinamika kesehatan mental di lingkungan kampus maupun masyarakat luas, baik di Indonesia maupun Malaysia.
Diskusi hangat ini merefleksikan semangat dari tagline pencegahan bunuh diri Indonesia Sehat Jiwa: “Be a Bridge, Save a Soul”. Melalui dialog ini, generasi muda dari kedua negara diajak untuk berperan aktif menjadi ‘jembatan’ yang menghubungkan individu dalam krisis emosional kepada bantuan profesional dan lingkungan yang mendukung, sehingga dapat menyelamatkan jiwa (save a soul).
Ketua Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menyambut positif kehadiran para calon pekerja sosial dari Malaysia ini. Diharapkan, pertukaran wawasan dan pengalaman lintas negara ini dapat memperkuat kapasitas calon profesional muda di Asia Tenggara dalam menciptakan ekosistem masyarakat yang peduli, berempati, dan tangguh secara mental.