Perluas Kolaborasi Internasional, Mahasiswa Kedokteran NTU Singapura Kunjungi Indonesia Sehat Jiwa dan Ikuti Pembekalan Peer Buddy di SRMP 16 Kota Malang
MALANG, INDONESIASEHATJIWA.COM – Mendorong pertukaran wawasan global dalam penanganan krisis kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) di bawah naungan Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia, menerima kunjungan kehormatan dari mahasiswa kedokteran Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
Kunjungan lintas negara ini berlangsung di sela-sela kegiatan magang mahasiswa NTU di Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Malang, yang terbagi dalam dua agenda intensif pada Kamis (27/8/2026) dan Senin (31/8/2026). Inisiatif ini makin mempertegas komitmen Indonesia Sehat Jiwa dalam menggaungkan tagline pencegahan bunuh diri: “Be a Bridge, Save a Soul”.
Sesi Pertama: Mengenal Ekosistem Dukungan Sebaya ISJ
Pada kunjungan pertama yang berlangsung Kamis (27/8/2026), delegasi mahasiswa kedokteran NTU diperkenalkan secara mendalam dengan profil Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia serta jajaran program strategis yang dijalankan di bawah payung Indonesia Sehat Jiwa.
Dalam sesi dialog interaktif ini, calon dokter dari Singapura tersebut berkesempatan bertukar pikiran secara langsung dengan tim peer support ISJ. Mereka mendiskusikan bagaimana pendekatan dukungan teman sebaya (peer support) diimplementasikan secara taktis di lapangan sebagai garda terdepan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid).


Sesi Kedua: Pembekalan Peer Buddy di SRMP 16 Kota Malang & Kampanye Kesehatan Mental Laki-Laki
Agenda kunjungan dilanjutkan pada Senin (31/8/2026) dengan aksi lapangan yang lebih mendalam. Mahasiswa NTU Singapura turut serta mendampingi tim peer support Indonesia Sehat Jiwa dalam memberikan Pembekalan Peer Buddy di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.
Mengusung tagline utama “Be a Buddy, Not a Bully”, pembekalan ini bertujuan mencetak Duta Curhat Teman Sebaya di lingkungan sekolah. Para mahasiswa NTU diajak memahami secara langsung prinsip dasar mendampingi remaja yang sedang menghadapi tekanan psikologis, teknik mendengarkan aktif tanpa menghakimi (non-judgmental listening), serta kepekaan dalam mengenali tanda-tanda awal (warning signs) seseorang yang membutuhkan bantuan profesional.
Tak hanya di lingkungan sekolah, rangkaian kunjungan ini juga diisi dengan kolaborasi bersama Fatayat NU Jawa Timur yang mengusung kampanye kepedulian “Laki-Laki Harus Bercerita”. Kampanye ini mengedukasi masyarakat untuk mendobrak dogma maskulinitas yang kerap membuat laki-laki memendam beban emosional secara sendirian.
Kehadiran mahasiswa NTU Singapura dalam diskusi ini memberikan mereka perspektif lintas budaya (cross-cultural perspective) yang kaya mengenai penanganan stigma kesehatan mental laki-laki di Indonesia.
Menjadi Jembatan Harapan untuk Penyelamatan Jiwa
Kunjungan mahasiswa kedokteran NTU Singapura ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri adalah isu universal yang membutuhkan kolaborasi tanpa batas wilayah.
Dengan semangat “Be a Bridge, Save a Soul”, Indonesia Sehat Jiwa berkomitmen untuk terus menjadi jembatan edukasi, empati, dan kolaborasi—baik bagi komunitas lokal, institusi pendidikan, maupun mitra internasional—demi mewujudkan ekosistem kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan responsif.
Informasi lebih lanjut mengenai program edukasi sekolah, pelatihan Peer Buddy, dan kolaborasi kelembagaan dapat diakses melalui website resmi indonesiasehatjiwa.com atau Instagram @indonesiasehatjiwa.